Sunday, September 25, 2011

Project, Scene, dan SmartMovie

4.1 Membuat Project Baru
Setiap kali Anda mengolah video menggunakan Pinnacle Studio
Plus, maka Anda akan menyimpan pekerjaan Anda tersebut dalam
sebuah file Project yang berekstensi .stx. File Project ini dapat di-
buka kembali sewaktu-waktu dan disimpan kembali dengan nama
berbeda atau dihapus.
Klik File > New Project dari Menu Bar Pinnacle Studio Plus untuk
membuat sebuah file Project yang baru. Agar lebih jelas, lakukanlah
langkah-langkah berikut.
35


1. Jalankan Pinnacle Studio Plus.
2. Klik File > New Project dari Menu Bar.
Gambar 4.1 Klik New Project
3. Jika Project ini adalah Project pertama Anda, maka tidak akan
   terjadi apa-apa, sebuah Project telah siap dimulai. Namun, jika
   kebetulan sebelumnya Anda pernah membuat Project, dan
   Project tersebut belum sempat Anda simpan, maka akan mun-
   cul jendela konfirmasi seperti di bawah ini.
Gambar 4.2 Konfirmasi untuk menyimpan Project
4. Klik tombol No jika Anda tidak ingin menyimpan Project se-
   belumnya tersebut, atau klik tombol Yes untuk menyimpan.
5. Sebuah Project baru siap dimulai.
4.2 Mengatur Project Preferences
Pinnacle Studio Plus menyediakan beberapa fasilitas untuk meng-
atur konfigurasi dari Project yang Anda buat. Beberapa konfigurasi
tersebut dapat diatur melalui antarmuka Project Preferences. Untuk
lebih jelasnya, lakukanlah langkah-langkah berikut.
36


1. Klik menu Setup > Project Preferences dari menu bar.
Gambar 4.3 Klik Project Preferences
2. Ketika muncul antarmuka Project Preferences seperti gambar
   di bawah ini, aktifkan opsi Automatically save and load my
   projects pada bagian Editing environment. Jika opsi ini diaktif-
   kan, otomatis Pinnacle Studio Plus selalu menyimpan Project
   Anda secara periodik ketika Anda sedang bekerja, meskipun
   Anda tidak meminta menyimpannya.
Gambar 4.4 Antarmuka untuk mengatur Project Preferences
3. Aktifkan opsi Set from first clip added to project pada bagian
   Project format. Jika opsi ini diaktifkan, maka format video
   yang digunakan dalam Project secara otomatis mengikuti
   format pada Scene/Clip pertama dari Video yang Anda olah.
37


Anda juga dapat menentukan format Video yang digunakan
dalam Project secara manual, yaitu dengan cara mengaktifkan
opsi Use this format for new projects, kemudian pilih format
video yang Anda inginkan pada kotak pilihan yang disediakan.
(Gambar 4.5).
4. Anda juga dapat mengatur durasi default yang digunakan
   ketika sebuah transisi, teks, atau gambar diam ditambahkan
   ke dalam Movie Window. Pengaturan ini dapat dilakukan pada
   bagian Default durations. Bahasan mengenai transisi, teks, dan
   gambar diam akan dijelaskan pada modul-modul berikutnya.
Gambar 4.5 Mengatur format video yang digunakan dalam Project
5. Klik tombol OK untuk menyimpan konfigurasi yang baru saja
   Anda atur.
Untuk keseragaman pembahasan, kali ini penulis sarankan
untuk tidak mengaktifkan opsi Automatically save and load
my projects pada bagian Editing Environment. Serta aktifkan
saja opsi Set from first clip added to project pada bagian
Project Format.
38


4.3 Membuka File Video
Project membuat sebuah Movie menggunakan Pinnacle Studio Plus
diawali dengan menentukan video yang akan diolah. Anda dapat
membuka video dari sebuah film yang sudah jadi, atau juga mem-
buka video hasil Capture. Untuk membuka video yang akan diolah,
lakukanlah langkah-langkah berikut.
1. Klik Tab Edit yang ada di bagian atas jendela Pinnacle Studio
   Plus sehingga muncul antarmuka untuk Edit.
Gambar 4.6 Klik tab Edit
2. Klik tab Show videos yang ada di bagian Album.
Gambar 4.7 Beberapa tab dalam bagian Album
3.
Klik tombol
yang berada di bagian Album.
Gambar 4.8 Klik tombol yang dilingkari
39


4. Ketika muncul jendela Open seperti di bawah ini, klik nama file
   video yang ingin Anda buka, kemudian klik tombol Open.
Untuk keseragaman pembahasan, maka browse saja folder
Modul4 yang berada dalam CD Pendamping, kemudian pilih
file Clowns.mpg, lalu klik Open.
Gambar 4.9 Pilih file video yang ingin dibuka
5. Sesaat setelah jendela Open tertutup, maka scene-scene dari
   file video tersebut akan langsung dideteksi. Jika muncul jendela
   seperti di bawah ini, tunggulah beberapa saat.
Gambar 4.10 Proses deteksi Scene
40


6. Setelah proses deteksi selesai, maka scene-scene hasil deteksi
   akan muncul di bagian Album.
Gambar 4.11 Scene-scene yang terdeteksi muncul di bagian Album.
7. Selanjutnya Anda dapat mulai memanfaatkan scene-scene
   tersebut untuk membuat sebuah Movie. Namun kali ini, Anda
   dapat langsung menyimpan Project tersebut terlebih dahulu
   dengan cara mengklik File > Save Project As.. dari Menu Bar
   (Gambar 4.12), kemudian pada jendela Save yang muncul
   (Gambar 4.13), tentukan letak file Project akan disimpan, serta
   tentukan nama file Project tersebut, lalu klik tombol Save.
Gambar 4.12 Klik Save Project As...
41


Gambar 4.13 Proses menyimpan file Project
8. Setelah Project disimpan, maka nama file Project tersebut akan
   muncul dalam Title Bar.
Gambar 4.14 Nama file Project dalam Title Bar
4.4 Meng-Import Materi Video Langsung dari
    DVD
Selain dengan cara membuka file video seperti Modul 4.3, Anda
juga dapat meng-import materi video langsung dari DVD. Scene-
scene dalam video hasil Import tersebut kemudian dapat Anda
manfaatkan untuk membuat Movie.
Untuk mencoba melakukan Import materi video langsung dari DVD,
lakukanlah langkah-langkah berikut.
1. Pastikan tersedia DVD-ROM drive di komputer Anda.
42


2. Masukkan sebuah keping DVD yang berisi materi video ke
   DVD-ROM drive. Pada bahasan kali ini, penulis menggunakan
   keping DVD yang berisi sebuah film berjudul Just Friends.
3. Buatlah sebuah file Project yang baru.
4. Klik tab Edit (Gambar 4.6) untuk menampilkan antarmuka
   Edit.
5. Klik menu File > Import DVD Titles... di Menu Bar. Lihat
   Gambar 4.15.
Gambar 4.15 Klik Import DVD Titles...
6. Ketika muncul jendela Import DVD Titles menyerupai Gambar
4.16, klik tombol bergambar folder
jendela tersebut.
yang berada dalam
7. Ketika muncul jendela Browse for Folder seperti Gambar 4.17,
   klik nama folder tempat materi video hasil import akan disim-
   pan. Pastikan harddisk tempat folder tersebut berada memiliki
   ruang kosong yang cukup besar. Untuk mudahnya, coba klik
   saja drive C: lalu klik OK.
8. Ketika kembali ke jendela Import DVD Titles, beri tanda
   centang pada bagian DVD yang ingin di-import (lihat contoh
   bagian yang dilingkari pada Gambar 4.16).
43


Gambar 4.16 Jendela Import DVD Titles
Gambar 4.17 Jendela Browse for Folder
9. Klik tombol Import..., kemudian ketika muncul jendela seperti
   di bawah ini, tunggulah beberapa saat.
44


Gambar 4.18 Proses Import dari DVD
10. Setelah proses import selesai, selanjutnya Anda dapat mem-
    buka file video hasil import tersebut untuk diolah.
11. Gunakan langkah-langkah yang sudah dicontohkan pada
    Modul 4.3 untuk membuka file video hasil import. Misalkan,
    seperti gambar di bawah ini.
Gambar 4.19 Membuka file video hasil Import
12. Pinnacle Studio Plus akan mendeteksi setiap scene dalam video
    yang dibuka, lalu manampilkannya dalam bagian Album.
45


Gambar 4.20 Scene ditampilkan dalam Album
13. Simpanlah Project ini dengan nama Project Kedua.
14. Tutup Pinnacle Studio Plus dengan cara mengklik menu File >
    Exit dari menu bar.
4.5 Melihat Isi Scene
Isi setiap scene yang terletak di bagian Album dapat dilihat pada
bagian Player. Untuk mencoba melihat isi scene, lakukan langkah
berikut.
1. Jalankan Pinnacle Studio Plus.
2. Buat sebuah Project yang baru.
3. Buka file video bernama Clowns.mpg dari folder Modul4 pada
   CD pendamping. Scene-scene akan muncul pada bagian Album
   seperti Gambar 4.21.
4. Klik Scene ke-1.
5. Klik tombol Play
pada bagian Player.
6. Isi scene langsung terlihat dan berjalan dalam bagian Player.
   Anda dapat memanfaatkan berbagai macam tombol dalam
   bagian Player untuk melakukan Stop, Pause, dan lain-lain.
   Lihat Gambar 4.22.
46


Scene 1
Scene 4
Scene 2
Scene 5
Scene 3
Gambar 4.21 Scene-scene dalam file Video Clowns.mpg
Gambar 4.22 Isi Scene terlihat pada bagian Player
7. Simpan Project dengan nama ProjectLatih1.
47


4.6 Mengatur Tampilan Album dan
    Menambahkan Komentar
Ada dua macam cara menampilkan Scene-Scene dalam bagian
Album, yaitu Scene View dan Comment View. Pada tampilan
Comment View, Anda dapat menambahkan berbagai komentar
atau catatan untuk setiap scene.
Tampilan yang umum terlihat adalah dalam bentuk Scene View
(Gambar 4.11 dan Gambar 4.21). Untuk mencoba mengganti-
ganti tampilan pada bagian Album serta menambahkan komentar
pada scene, lakukanlah langkah berikut.
1. Masih pada ProjectLatih1. (jika Project ini sudah Anda tutup,
   buka kembali Project tersebut dengan cara mengklik File >
   Open Project, kemudian ketika muncul jendela Open, pilih
   folder tempat file Project disimpan, kemudian klik nama file
   Project yang ingin dibuka, lalu klik OK).
Gambar 4.23 Membuka Project yang sudah pernah dibuat
48


2. Klik kanan pada area kosong di bagian Album, kemudian klik
   Comment View.
Gambar 4.24 Mengganti menjadi Comment View
3. Tampilan bagian Album akan berubah menjadi dalam bentuk
   Comment View menyerupai gambar di bawah ini.
Gambar 4.25 Mengganti menjadi Comment View
4. Klik Scene 6, sehingga scene tersebut terpilih.
5. Klik kembali Scene 6, sehingga sekarang bagian Comment-
   nya siap untuk diubah atau diketik ulang (Gambar 4.25).
6. Ketik kalimat “Adegan dengan balon”, lalu tekan Enter pada
   keyboard.
49


Gambar 4.26 Bagian komentar siap diubah
7. Komentar pada Scene 6 tersebut secara otomatis akan lang-
   sung berubah.
Gambar 4.27 Komentar sudah berhasil diubah
8. Anda bisa kembali mengubah tampilan bagian Album menjadi
   Scene View, yaitu dengan cara klik kanan pada area kosong di
   bagian Album, kemudian klik Scene View.
Gambar 4.28 Mengubah tampilan Album menjadi Scene View
9. Simpan Project dengan nama ProjectLatih2.
50


4.7 Mengganti Aspect Ratio
Ada dua macam Apsect Ratio yang didukung oleh Pinnacle Studio
Plus, yaitu Aspect Ratio standar 4:3 dan Aspect Ratio 16:9 (wide-
screen). Umumnya, setiap scene yang berada dalam bagian Album
otomatis menggunakan aspect ratio standar 4:3. Namun, hal
tersebut bisa saja berubah tergantung dari konfigurasi Project Pre-
ferences yang Anda gunakan.
Untuk mencoba mengganti Aspect Ratio, lakukan langkah berikut.
1. Masih pada ProjectLatih2.
2. Klik kanan pada salah satu scene yang berada dalam bagian
   Album, lalu klik Aspect Ratio yang dipilih, misalnya 16:9.
4.29 Mengganti Aspect ratio menjadi 16:9
3. Cobalah untuk melihat isi salah satu scene pada bagian Player.
   Isinya akan terlihat lebih lebar (widescreen). Lihatlah Gambar
   4.30.
4. Scene-scene tersebut nantinya dapat Anda manfaatkan untuk
   membuat Movie dengan aspect ratio 16:9 (widescreen).
51


Gambar 4.30 Scene dengan Aspect Ratio 16:9 terlihat lebih lebar
5. Anda juga dapat kembali mengubah Aspect Ratio menjadi
   ukuran standar 4:3, yaitu dengan cara klik kanan pada salah
   satu scene yang berada dalam bagian Album, lalu klik Aspect
   Ratio 4:3.
6. Simpan Project dengan nama ProjectLatih3.
4.8 Menggabung Beberapa Scene
Pinnacle Studio Plus menyediakan fasilitas untuk menggabung
beberapa scene menjadi sebuah scene tunggal. Untuk mencoba
menggabung beberapa scene, lakukanlah langkah berikut.
1. Masih pada ProjectLatih3.
2. Klik Scene 2 pada bagian Album.
3. Kemudian sambil menekan tombol Ctrl pada keyboard, klik
   Scene 3, 4, 5, dan 6 sehingga akan terpilih lima buah scene
   seperti terlihat pada Gambar 4.30.
52


Gambar 4.31 Memilih beberapa scene yang akan digabung
4. Kemudian klik kanan pada salah satu scene yang terpilih, lalu
   klik Combine Scenes.
Gambar 4.32 Menggabung beberapa Scene
5. Lima scene tersebut akan digabung menjadi satu scene
   tunggal seperti terlihat pada Gambar 4.33.
6. Anda juga dapat membatalkan atau memecah kembali scene-
   scene tersebut menjadi seperti aslinya dengan cara klik kanan
   pada scene hasil gabungan, lalu klik Detect Scenes by Video
   Content. Lihat Gambar 4.34.
53


Gambar 4.33 Scene gabungan
Gambar 4.34 Mendeteksi ulang Scene
7. Tunggulah beberapa saat, maka scene-scene akan kembali
   seperti semula.
8. Simpan Project dengan nama ProjectLatih4.
4.9 Membagi Scene
Selain digabungkan, sebuah Scene juga bisa dibagi menjadi bebe-
rapa bagian. Kemudian hasil pembagian Scene tersebut akan
menjadi beberapa buah Scene yang terpisah. Untuk mencobanya,
lakukanlah langkah berikut.
54


1. Masih pada ProjectLatih4.
2. Klik kanan pada Scene 6, kemudian klik Subdivide Scenes.
Gambar 4.35 Klik Subdivide Scenes
3. Ketika muncul jendela seperti di bawah ini, aturlah setiap
   berapa detik Scene tersebut akan dibagi. Kali ini, masukkan
   saja angka 2, kemudian klik OK.
4. Hasilnya akan menjadi dua buah Scene baru seperti gambar di
   bawah ini.
Gambar 4.36 Dua buah scene baru
5. Untuk menggabungkannya lagi seperti semula, gunakanlah
   langkah-langkah seperti pernah dijelaskan pada Modul 4.8.
6. Simpan Project dengan nama ProjectLatih5.
55


4.10 Membuat SmartMovie
Pinnacle Studio Plus menyediakan fasilitas untuk membuat sebuah
SmartMovie. Fasilitas ini akan membantu Anda membuat sebuah
Movie (Film) secara otomatis. Movie yang dihasilkan akan tampak
seperti layaknya film profesional, namun dengan sentuhan yang
minimal dan mudah.
Sebuah SmartMovie dapat langsung segera dibuat sesaat setelah
proses Capture dilakukan, yaitu, dengan cara mengaktifkan kotak
ceklist Create “SmartMovie” automatically after capture pada
jendela Capture Video (Gambar 3.11). Namun, kali ini kita akan
mencobanya membuat dari file video yang sudah ada. Lakukanlah
langkah-langkah berikut.
1. Buatlah sebuah folder bernama 36JBK_Pinnacle pada Drive C:
   lalu copy seluruh isi folder CD pendamping dari dalam CD ke
   folder tersebut.
2. Jalankan Pinnacle Studio Plus.
3. Buatlah sebuah file Project yang baru.
4. Buka file video bernama Clowns.mpg dari folder Modul4 pada
   folder 36JBK_Pinnacle. Scene-scene akan muncul pada bagian
   Album seperti Gambar 4.21.
5. Simpan Project dengan nama Smartmovieku.
6. Klik tombol Storyboard view yang ada pada bagian Movie
   Window.
Gambar 4.37 Klik tombol yang dilingkari
7. Drag (tarik) masing-masing scene dari bagian Album ke Movie
   Window secara berurutan sehingga Movie Window tampak
   seperti berikut.
56


Gambar 4.38 Scene-scene dalam Movie Window
8. Klik tab Show Music
yang berada pada bagian Album.
                  yang ada pada bagian Album, ketika muncul9. Klik tombol
   jendela Open, pilihlah file Scherzo.wma di dalam folder
   C:\36JBK_Pinnacle\Modul4.
57


10. Drag (tarik) file Scherzo.wma dari bagian Album ke Scene
    pertama yang ada pada Movie Window. Pada langkah ini,
    berarti Anda telah menambahkan suara musik Scherzo.wma
    pada film yang sedang Anda buat. Perlu dicatat bahwa suara
    musik yang ditambahkan durasinya harus kurang dari total
    durasi seluruh scene dalam Movie Window agar SmartMovie
    dapat dibuat dengan bagus.
Gambar 4.39 Drag file Scherzo.wma ke Scene pertama di Movie
                          Window
11. Klik tombol Open/close video toolbox
    bagian Movie Window.
yang ada pada
Gambar 4.40 Klik tombol yang dilingkari
58


12. Ketika muncul bagian seperti di bawah ini, klik tab Create a
music video automatically
.
13. Ketika muncul bagian seperti di bawah ini, pilihlah style yang
    Anda inginkan pada bagian yang dilingkari.
14. Klik tombol Create SmartMovie. Ketika muncul tampilan se-
    perti berikut ini, tunggulah beberapa saat.
59


15. Setelah seluruh proses selesai, pada bagian Movie Window,
    sebuah SmartMovie telah berhasil dibuatkan secara otomatis
    oleh Pinnacle Studio Plus, lengkap dengan efek transisinya.
16. Klik tombol Play yang ada pada bagian Player untuk memutar
    SmartMovie yang telah dibuat, lalu amatilah hasilnya.
17. Simpan Project dengan nama Smartmovieku.
4.11 Menghapus Project
Selain membuat dan menyimpan Project, Pinnacle Studio Plus juga
menyediakan fasilitas untuk menghapus Project yang pernah
dibuat. Untuk mencoba menghapus Project, lakukanlah langkah
berikut.
1. Jalankan Pinnacle Studio Plus.
2. Klik menu File > Delete Project pada menu bar.
Gambar 4.41 Klik Delete Projects...
3. Ketika muncul jendela seperti di bawah ini, klik nama Project
   yang akan dihapus, lalu klik tombol Delete.
60


Gambar 4.42 Jendela Delete Projects
4. Klik tombol Close untuk menutup jendela Delete Projects.

No comments:

Post a Comment

Featured Post 5

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...